Daeng Koma

Semua ada disini. Mulai dari hal-hal unik sampai bisnis online

Iklan
Daeng Koma. Diberdayakan oleh Blogger.

   

Artikel Menarik Lainnya

Sponsor







Twitter

Facebook

Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Cinta

Cinta

Jika aku mencintaimu maka aku akan menyayangimu……
Jika aku menyukaimu maka belum tentu aku menyayangimu…..

Jika aku menyayangimu maka sudah tentu aku mencintaimu…..
Jika aku menyukaimu maka belum tentu aku mencintaimu……

Cinta bukanlah kata kata ….
Cinta adalah usaha kita untuk membuktikannya …..

Jika aku menginginkan sesuatu maka aku akan berusaha untuk mewujudkannya …..
Jika aku tidak menyayangi sesuatu maka aku akan menolaknya …..

Jika aku menyukaimu atas dasar karena aku sayang padamu…..
Maka kau tak usah ragukan cintaku padamu …….
Fatamorgana

Fatamorgana

Alam semesta tuju petala
Ada pesta bintang terbentang sedia kala
Mari pergi ke ujung ruang dan skala
Dari sana kita lihat diri dalam nokta
Seperti butir sarah di ilalang sahara
Lalu masih adakah tempat buat kita
Tuk merasa diri besar dan punya segala

Jutaan moyang kita pernah ada
Di bumi yang sama
Di alam semesta tuju petala
Dan mereka kadang seperti kita
Merasa diri besar dan punya segala
Tapi dimanakah kini mereka berada
Mereka telah tiada
Meninggalkan semua

Ibu!
Hidup hanyalah pesta
Tempat menanghis dan berdansa
Makan minum bersama, berbangga
Lalu pergi tanpa bekas, meninggalkan sisa
Seperti hilang ditelan mangsa

Dimanakah moyang kita itu kini berada?
Mereka telah meninggalkan benda
Yang pernah mereka renda tanpa jedah
Dengan merusak segala marka yang ada
Laksana jitah lapar di hutan belantara
Memangsa segala dengan rasa dahaga
Tanpa peduli siapa dan sesama
Tanpa mengenal kapan dan dimana
Karena tidak sadar akan masa dan usia

Ibu!
April 26 tahun 2003
Adalah tanda jedah dalam kala
Untuk melihat jauh ke depan sana
Di seberang kehidupan benda
Kampung halaman yang sesungguhnya
Tempat moyang kita kini berada tanpa membawa apa
Menuai buah yang mereka tanam dengan susah
Karena terbuai oleh fatamorgana
Saat di sini
Di alam tujuh petala

Tuhan!
Panjangkan ibu dalam usia
Limpahkan sehat dalam raga
Hembuskan iman dalam sukma
Kayakan amal pada sesama
Dan hidup yang penuh makna

Selamat ulang tahun, ibu!!!***
Jakarta, Sabtu, 26 April 2003
Ananda
Seribu Angka Nol

Seribu Angka Nol

Kawan!
Jagalah dari lena yang panjang
Apalah artinya mimpi yang indah
Kalau rupa yang sesungguhnya carut-marut nyaris tiada.
Lihat matahari di sana
Di ufuk timur di bagian tenggara di atas kepala di sisi samudra
Ada mega purna yang bergerak-gerak
Memantulkan rona cahaya yang berkelebat-kelebat
Panasnya sebentar lagi akan menyengat
Bila kalian tidak bergegas menghirup semangat
Dari riuh daun-daun arasy semesta.

Kawan!
Yang ada bisa tiada
Tapi yang tiada tidak akan pernah mengada.
Karena bukanlah gelap yang melahirkan cahaya
Dan bukan cahaya yang melahirkan gelap
Ketiadaan cahayalah yang disebut gelap
Allahu nurssamawati wal ardl. Nurun fauqa nurin
Maka apalah artinya kata
Kalau makna bisa ditangkap tanpa prasa
Rupa yang buruk adalah sukma dari makna
Dan sisi realita dari fakta

Kawan!
Untuk apa memperebutkan seribu angka nol
Jikalau letaknya di depan bilangan tanpa jedah
Bayangan itu kelihatannya saja ada tapi hakikatnya tiada
Bayangan adalah pemandangan yang menipu persada
Fatamorgana adalah pandangan yang seolah-olah
Maka untuk apa kita bangga pada kata kosong makna
Untuk apa kita hidup dengan raga tanpa sukma
Dengan wajah minus harga
Bila kita hanyalah bayangan plus fatamorgana

Kawan!
Berhentilah merasa besar di pusaran alam
Kepalsuan adalah bayangan dari sosok dalam
Yang menunjukkan tempat kita dalam kelam
Bangkitlah dari mimpi indah yang kejam
Kumpulkan tenaga. Bangun jiwaraga. Susun solidarita. Genggam realita.
Hari esok akan menyongsong kita
Bila hari ini hayat tertata.***